La Javanaise Untuk 2012
28 Februari 2011, Senin, tahun ketiga gua berada di Prancis. Gua dan beberapa teman gua di sini ngerayain tanggal itu dengan pergi ke sebuah tempat karaoke. Dimana kita menyanyi di depan banyak orang. Silly, but fun. Cara yang berbeda dengan perayaan tahun lalu. I realised one thing the moment we sang La Javanaise ; “This is the first time we sing this song together.”
Mungkin ga semuanya sadar akan hal ini, mungkin emang gua yang saat itu agak sedikit melankolis. Tapi, kata ‘pertama kali’ adalah dua buah kata yang berperan sebagai awalan dari suatu zaman, masa, tragedi dan cerita.
Things have changed. Ada beberapa hal yang pasti berubah, dan ada beberapa hal yang memang seharusnya tetap sama seperti 3 tahun yang lalu. I remember the fear i felt when i was in the airport, the excitement when i arrived in the city of lights for the first time. Those moments popped up in my mind yesterday.
For once in a while, kita kembali mengingat apa yang telah kita lewati di belakang. Once in a year, kita melihat jauh dan kembali merasakan, namun juga menyadari. Hal yang dulu sedih, menjadi lucu. Hal yang besar, terlihat sangat kecil. Hal yang bukan apa-apa, menjadi terlihat sangat hebat. Yang berbeda tidak hanya hal-hal yang bisa terlihat, tapi juga kemampuan untuk melihat.
Setiap tahun mempunyai kenangan yang berbeda, dikenang dari mata yang berbeda dan mengenang dengan cara yang juga berbeda.
28 Februari 2012 mungkin akan dibuka dengan sebuah kenangan berjudul La Javanaise. Kenangan yang baru saja akan kita buat sekarang.
And today, still, the fear is laying here, the excitement still exists, in a different way. The thing is we do need to change, for we will enjoy the things that have passed. Make a trace wherever you start to continue walking, so you can, for once in a while, remember and always know where to begin to look back a little.
2011, Caen, France.